Senin, 16 Desember 2013

Jonathan Strange and Mr Norrell


Penulis            : Susanna Clarke
Penerjemah    : Femmy Syahrani
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit     : 2009
Halaman         : 336


Bermula dari keinginan seorang penyihir dari kota York, John Segundus, yang berpikir seorang penyihir haruslah menyihir, bukan hanya mempelajari ilmu sihir dari masa lampau. Di perkumpulan penyihir York, Mr Segundus mendapat seorang kawan yang setuju akan ide itu. Mr Honeyfoot namanya. Berdua dengannya, Mr Segundus, pergi ke Yorkshire, menemui Mr Norrell di Hurtfew Abbey. Konon katanya, Mr Norrell, adalah seorang penyihir praktis. Bukan penyihir teoretis, seseorang yang hanya mempelajari sihir tanpa mempraktekkannya.

Mr Norrell sendiri, memang memiliki cita-cita besar. Dia ingin mengembalikan kejayaan sihir di Inggris, dan menjadikan sihir dipraktekkan di pemerintahan, untuk membantu menjayakan bangsa. Hal yang pertama dilakukannya adalah menunjukkan pada anggota perkumpulan penyihir York, kalau dia adalah seorang penyihir praktis, dan membuat mereka mengakui kalau mereka bukanlah penyihir.

Setelah melihat praktek sihir yang dilakukan Mr Norrell, para anggota perkumpulan terpaksa mengganti status mereka, menjadi bukan lagi penyihir, dan mengakui kemampuan Mr Norrell.  Kecuali John Segundus.

Di sisi lain, Mr Norrell, mulai bergerak untuk mewujudkan impiannya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah meninggalkan York yang muram, menuju kota London yang ramai. Mengikuti berbagai jamuan dan pesta, berkenalan dengan para pejabat, aristokrat, dan menteri. Semuanya dia lakukan untuk meyakinkan mereka kalau sihir memiliki banyak manfaat bagi kejayaan Inggris, terutama di masa perang seperti sekarang.

Namun, itu bukanlah langkah mudah. Banyak hal yang harus dilakukan Mr Norrell. Salah satunya menyingkirkan penyihir gadungan bernama Vinculus, yang selama ini begitu terkenal sebagai penyihir di kota London.

Lalu bagaimana dengan Jonathan Strange?  Siapakah dia?

Hmmm… buku ini sebenernya udah lamaaaa banget aku liat di rak literatur Inggris di perpus. Sempet aneh juga, di antara buku-buku tebal berusia tua, terselip novel berbahasa Indonesia terbitan Gramedia, yang terlihat baru. Awalnya, nggak tertarik sama sekali dengan novel ini, karena bingung, itu judul apa nama penulisnya sih? Terus, entah kenapa, ngebayangin kalau ceritanya adalah tentang kisah fantasi aneh yang nggak menarik.

Eh, tapi di masa-masa terakhir pinjem buku perpus, nggak sengaja buka-buka halamannya. Setelah dibaca-baca sekilas, baru ngeh kalau ceritanya berlatar Inggris masa lampau. Dan bahasa terjemahannya pun bagus. Jadilah pinjem buku ini, dan ternyata ceritanya menarik.
Berlatar Inggris di awal abad ke 19, di mana –mungkin- kejayaan dan keajaiban sihir mulai memudar di sana. Penuh dengan cerita, mitos, legenda, dan sejarah yang berkaitan dengan sihir di Inggris, raja-raja, para penyihir, dan tokoh-tokoh terkenal. 

Sayangnya, karena aku sendiri belum tahu banyak tentang sejarah Inggris, terutama yang berkaitan dengan sihir, jadi yah, masih mikir-mikir, tokoh-tokoh yang disebutin itu, beneran ada atau cuma karangan si penulis aja. Tapi kalaupun itu emang beneran, nggak terlalu heran juga sih. Toh, sampe sekarang pun Inggris terkenal karena sihirnya, alias Harry Potter, hehehe…

Secara keseluruhan, aku suka cerita ini. Mungkin karena aku memang suka sejarah dan punya ketertarikan sendiri dengan Inggris. Sayangnya, meski judul novelnya adalah Jonathan Strange dan Mr Norrell, tapi cerita tentang Strange baru muncul di akhir-akhir. Membuat aku sempat bertanya-tanya, apa hubungannya ini semua dengan si Jonathan. Tapi baiklah, mungkin aku harus bersabar, karena novel ini ada tiga jilid. Dan ini baru jilid pertama.

Aku juga suka cara penulisnya menggambarkan sesuatu, terutama tentang kemuraman dan kesuraman Inggris di musim dingin. Cara mendeskripsikannya bagus. Selain itu, aku juga nemuin kata-kata –yang sebenernya nggak baru, tapi jarang dipakai- untuk nambah perbendaharaan kosakata, supaya nggak pakai kata yang itu-itu lagi. Dan sekaligus belajar juga untuk mendeskripsikan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar