Senin, 11 Agustus 2014

Until Forever



Penulis             : Johanna Lindsey
Penerjemah      : Sylfentri
Penerbit           : Dastan Books
Tahun Terbit    : 2011
Halaman          : 368


Roseleen adalah dosen muda yang sangat mencintai sejarah, khususnya sejarah Abad Pertengahan. Selain melakukan kegiatan akademisnya, ia juga gemar mengumpulkan benda-benda antik, khususnya benda peninggalan Abad Pertengahan. Kali ini, ia mengincar sebuah pedang bernama Blooddrinker’s Curse yang dimiliki Sir Isaac Dearborn di Inggris. Sayangnya, pria itu tidak mau menjual Blooddrinker’s Curse kepada wanita.

Melalui kakak angkatnya yang tinggal di Inggris, David, akhirnya Roseleen berhasil mendapatkan pedang yang diimpikannya. Menurut legenda, pedang Blooddrinker’s Curse mengandung kutukan sehingga tidak boleh dipegang oleh wanita. Roseleen tidak percaya dengan legenda tersebut.

Namun ada yang aneh saat pertama kali Roseleen memegang pedang Blooddrinker’s Curse. Tiba-tiba muncul kilat dan halilintar, serta seorang pria berkostum Viking berdiri di hadapannya, dan memanggilnya Lady. Awalnya, Roseleen mengira itu hanyalah lelucon dari Barry, mantan tunangannya. Namun, keanehan itu terus terjadi setiap Roseleen memegang pedang, bahkan saat ia membawa pedang itu ke Inggris.

Lelaki yang muncul dari pedang itu bernama Thorn, ksatria Viking yang dikutuk hidup selamanya untuk melayani semua keinginan wanita yang memiliki pedangnya. Pada awalnya, Roseleen tidak percaya hal itu, dan menganggap itu adalah mimpi. Namun, ketika Thorn menyentuhnya, Roseleen sadar kalau lelaki itu bukan hantu atau halusinasinya.

Mengetahui Thorn memiliki kemampuan kembali ke masa lalu, Roseleen meminta agar lelaki itu membawanya ke masa lalu untuk melengkapi penelitiannya di bidang sejarah. Sayangnya, perjalanan waktu yang mereka lakukan malah mengubah sejarah yang sudah terjadi. Sehingga mereka harus kembali ke masa lalu berkali-kali agar peristiwa yang terjadi tetap sama, dan tidak mengubah masa depan siapapun, termasuk Roseleen.

Well, aku beli buku ini sejujurnya karena Lucky No. 14 Reading Challenge. Sebelumnya, buku romance dewasa, tidak termasuk ke dalam buku-buku yang ingin kubeli atau kubaca.  Walaupun, kadang-kadang suka penasaran juga sih. Berhubung ada kategori Not My Cup of Tea, akhirnya aku beli buku ini, juga untuk memuaskan rasa penasaranku.

Awalnya sih aku cukup semangat bacanya, karena tokoh Roseleen di sini digambarkan sangat menyukai sejarah dan benda-benda kuno. Kebetulan aku juga suka sejarah, jadi berharap bakal banyak mengangkat tema-tema sejarah. Memang iya sih, terutama tentang perang Inggris dan Norwegia yang dipimpin oleh Duke William dan Raja Harold. Sayangnya, aku belum tahu, apakah itu sungguh-sungguh nyata, atau bukan. Mengingat aku juga nggak hafal sejarah Inggris, hehe.

Tapi, lama-kelamaan jadi kurang semangat baca, karena ceritanya lebih didominasi dengan pembicaraan dan perdebatan antara Roseleen dan Thorn. Jadi, yah, beberapa bagian aku baca secara skimming. Juga saat Roseleen mengenalkan hal-hal modern pada Thorn, juga ku skimming, hehe..

Bagiku, satu-satunya hal menarik di buku ini adalah perjalanan waktu yang dilakukan oleh Roseleen dan Thorn, dan bagaimana mereka berusaha memperbaiki keadaan yang berubah karena kedatangan mereka, agar peristiwa sejarah berjalan sebagaimana yang sudah terjadi.

Sebenarnya mau kubahas sampai akhir cerita, tapi nanti jadinya spoiler, hehe.. Intinya, akhir ceritanya kurang greget buat aku. Untuk memuaskan rasa penasaran, buku ini tidak terlalu mengecewakan sih. Setidaknya aku jadi tahu, kalau aku memang tidak terlalu suka genre romance dewasa.

[Review ini diikutsertakan dalam Lucky No. 14 Reading Challenge kategori Not My Cup Of Tea]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar