Jumat, 28 Agustus 2015

Resensi Buku: Beastly


Penulis            : Alex Flinn
Penerjemah     : Harisa Permatasari
Penyunting      : Prisca Primasari & Esti A Budihabsari
Penerbit          : Mizan Fantasi
Tahun Terbit   : Cetakan 1, Maret 2011
Halaman         : 404


Kyle Kingsbury adalah tipikal cowok keren di sekolahmu. Dengan modal wajah tampan dan kekayaan yang dimiliki ayahnya, Kyle bisa mendapatkan dan melakukan apa saja yang ia mau. Termasuk menghina Kendra, gadis aneh yang tiba-tiba muncul di kelasnya.

Pada malam prom, Kyle berencana mengerjai Kendra dengan memintanya menjadi pasangan kencan pada pesta prom. Padahal, Kyle sendiri sudah janjian dengan Sloane, gadis cantik dan populer di sekolah. 

Usai pesta, Kendra menghampiri Kyle karena dia telah mengingkari janjinya. Kyle hanya tertawa dan bilang kalau Kendra terlalu berharap. Mana mau cowok keren dan tampan seperti Kyle pergi dengan cewek aneh seperti Kendra. 

Namun ternyata Kyle salah kira. Kendra adalah seorang penyihir. Dia datang untuk memperingati Kyle yang selama ini sombong dan hanya menilai orang dari penampilan saja. Kendra mengutuk Kyle, jadi makhluk buruk rupa, agar dia belajar untuk menghargai seseorang bukan dari penampilannya saja.


Beastly. Sebuah fairy tale re-telling dari kisah Beauty and the Beast, yang diadaptasi di kehidupan modern, New York tahun 2007. Alur ceritanya masih mirip dengan dongeng-dongeng yang ada tentang kisah si Cantik dan Buruk Rupa. Orang kaya yang sombong, penyihir yang mengutuk, gadis baik yang sederhana, dan ciuman sejati. 

Saya sangat menikmati membaca Beastly. Pertama, bahasa terjemahannya enak, layout bukunya juga nyaman. Keduanya, ceritanya tidak membosankan. Meskipun alurnya tidak bergerak terlalu cepat, tapi rasanya menyenangkan mengetahui perkembangan Kyle, dari seorang remaja tampan yang senga’ (hehehe) hingga akhirnya menjadi si buruk rupa yang putus asa karena tak kunjung menemukan cinta sejatinya.

Pemindahan setting dari dunia dongeng ke dunia modern juga dilakukan dengan baik oleh penulisnya. Untuk beberapa bagian, cukup masuk akal-lah kalau itu terjadi di dunia modern. Seperti ketika ayah Kyle ‘mengurung’ Kyle di sebuah rumah besar karena tidak mau orang-orang sampai tahu anaknya buruk rupa.

Saya paling suka dengan saat-saat Kyle putus asa karena tidak tahu apakah mungkin ada gadis yang jatuh cinta padanya dengan kondisinya yang buruk rupa, lalu dia mengisi waktunya dengan membaca novel-novel bertema suram, Hunchback of Notredame, Phantom of the Opera, The Picture of Dorian Gray, lalu seperti merasakan relasi antara dia dan tokoh-tokoh di novel tersebut.

Well, pokoknya novel ini bagus. Hanya satu yang saya nggak suka. Covernya!!

Aduh, coba lihat, desain sampulnya sama sekali nggak menggambarkan ceritanya. Apalagi saya paling nggak suka dengan cover yang dihiasi oleh foto gitu. -______-  Tapi karena saya anaknya nggak suka menilai buku dari covernya, jadi tetep aja beli. Toh ternyata isinya bagus kan? Hehehe...

Oya, Beastly ini diterbitin di US tahun 2007, dan sudah diangkat menjadi film pada tahun 2011, diperankan oleh Vanessa Hudgens dan Alex Pettyfer. Saya belum pernah menonton filmnya sih, tapi kalau dilihat-lihat dari poster dan reviewnya, kayaknya ada perbedaan antara film dengan bukunya ya...

salah satu poster film Beastly

salah satu cover yg ada di Goodreads


[Review ini diikutertakan dalam Lucky No.15 Reading Challenge kategori One Word Only dan Young Adult Reading Challenge]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar