Sabtu, 03 Juni 2017

Resensi Buku: With or Without You



Penulis: Prisca Primasari

Penyunting: Idha Umamah

Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2016

Halaman: 233

ISBN: 978-979-780-861-7



Tulip sedang sibuk-sibuknya mengurus persiapan pernikahan dengan Gris ketika calon suaminya itu memberi kabar buruk. Gris dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja, sekarang ia pengangguran dan merasa tak yakin mampu membahagiakan Tulip. Namun, Tulip tetap optimis Gris akan segera kembali bekerja dan mereka akan baik-baik saja. 


Saat memberi kabar itu, Gris dan Tulip bertemu di kedai favorit mereka. Saat itu juga, Tulip bertemu dengan pemuda nyentrik yang mengaku bernama Flynn dan memberikan sebuah buku Edgar Allan Poe dengan sebuah kartu nama di dalamnya. Entah dari mana, mungkin menguping pembicaraan mereka berdua, Flynn mengetahui Tulip dan Gris akan menikah dan Gris dipecat.


Tulip merasa amat penasaran dengan Flynn juga sebuah nama yang tercantum di kartu nama tersebut. Wilhelm Beauvoir. Siapakah mereka? Apa maksud Flynn memberi buku dan kartu nama tersebut sekaligu bertanya-tanya tentang hobi Gris menulis cerpen?


Tulip ingin mereka memecahkan misteri pria nyentrik tersebut. Awalnya Gris menyetujui. Namun, lama-kelamaan, Gris merasa semua itu omong kosong dan tidak akan membuatnya mendapat pekerjaan. Terlebih lagi, Mama Tulip memberi tahu Gris tentang kondisi Tulip yang sebenarnya. Yang membuat Gris semakin ragu untuk melanjutkan pernikahan dengan gadis yang dicintainya tersebut. Bagaimana mungkin ia bisa membahagiakan Tulip dengan kondisinya saat ini? Seorang pengangguran dan pelupa akut. Apakah Gris dan Tulip akan melanjutkan rencana pernikahan mereka atau malah mengubur impian itu?

My Review



Satu lagi kisah manis dari Prisca Primasari. Kali ini tokoh utama kita adalah Tulip dan Gris. Tulip, perempuan muda yang suka menjahit quilt dan Gris, pemuda yang bekerja di perusahaan stationery dan akhirnya dipecat. 


Sejak bertemu dengan Flynn, mereka mengalami petualangan aneh tentang sosok Wilhelm Beauvoir. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Flynn dan Wilhelm, baik Tulip maupun Gris tidak bisa menebak. Tetapi Tulip yakin ada sesuatu dibalik misteri itu yang harus mereka pecahkan berdua. 


Kisah Tulip dan Gris mengalir dengan lancar, dan sosok Flynn dan Wilhelm membuat saya terus membaca buku ini sampai habis. Saya suka dengan tokoh Gris di sini. Romantis. Saya juga suka dengan Tulip yang tampak sederhana dan nggak neko-neko. Mereka berdua memang tampak seperti pasangan biasa-biasa saja yang mungkin sekali ada di dunia nyata. 


Sebenarnya saya curiga Flynn adalah salah satu tokoh yang pernah muncul di cerita Prisca yang lain. Dan ternyata benar saja, Flyyn adalah Sena-nya Aline di novel Paris. Ia muncul lagi di cerita ini sebagai tokoh sampingan. Masih tetap dengan gayanya yang khas, syal bertumpuk.


Saya sempat meneteskan air mata di bagian akhir, saat…… (biar nggak spoiler). Intinya, kisah Tulip dan Gris ini menyentuh banget, deh. Saya bisa membayangkan seperti apa pedihnya sedang melakukan persiapan pernikahan, eh tiba-tiba dipecat. Apalagi itu terjadi di pihak laki-laki, kalau jadi Gris, pasti saya sudah stress berat. Syukurlah Gris memiliki Tulip yang selalu optimis dan mencintainya.


Pokoknya, buku ini bagus, saya suka. Sedikit yang agak mengganjal buat saya adalah tentang judul. Entah mengapa, bagi saya judulnya tampak tidak terlalu menarik dan tidak cukup mewakili keindahan kisah cinta Tulip dan Gris. Bagaimanapun juga, saya tetap suka dengan With or Without You dan selalu menanti karya-karya Prisca Primasari selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar