Resensi Buku: Lima Sekawan Minggat


Penulis: Enid Blyton
Penerjemah: Agus Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cetakan ke-19, Februari 2016
Halaman: 272
ISBN: 978-602-03-2130-1


Liburan kali ini tidak terlalu menyenangkan bagi Lima Sekawan. Bu Joanna, pengurus rumah tangga di rumah George tidak bekerja di sana lagi. Bibi Fanny, ibu George, sakit parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Tentu Paman Quentin menemani Bibi Fanny di rumah sakit. Di rumah hanya ada mereka berlima, Julian, Dick, Anne, George, Timmy, juga pengurus rumah baru, Bu Stick dan anaknya Edgar.

Masalahnya, jika yang tinggal pengurus rumah tangga sebaik Joanna, sih, Lima Sekawan akan senang-senang saja. Nyatanya, Bu Stick dan anaknya sangat menyebalkan. Edgar sering mengolok-olok George, sedangkan ibunya hanya menyediakan sedikit makanan untuk Lima Sekawan.

Lima Sekawan sangat ingin berlibur di Pulau Kirrin. Pulau milik George yang ia bagi kepada sepupu-sepupunya. Sayangnya, mereka tidak bisa pergi begitu saja. Mereka tidak mau Bu Stick mengejar mereka sampai ke Pulau Kirrin dan melaporkan kelakuan mereka pada Paman Quentin. Jadi, mau tak mau mereka harus kabur. 

Ketika mereka berhasil kabur ke Pulau Kirrin, di sana terdapat keanehan. ada bekas-bekas yang menunjukkan Pulau Kirrin pernah didatangi oleh orang lain selain Lima Sekawan. Selain itu, ada koper berkunci yang entah dari mana datangnya berada di gua Pulau Kirrin. Siapakah yang datang ke Pulau Kirrin dan apa hubungannya dengan koper misterius tersebut?

My Review

Meskipun saya pernah membaca buku ini sebelumnya, ketika saya membaca ulang, saya benar-benar lupa dengan kasus apa yang sebenarnya dihadapi oleh Lima Sekawan. Saya benar-benar penasaran dengan keberadaan koper misterius dan peran Bu Stick sekeluarga. 

Kisah ini cukup lucu. Terutama saat Lima Sekawan menakut-nakuti Edgar dengan tiruan suara-suara hewan di gua Pulau Kirrin. Bacaan yang menghibur untuk mengisi liburan atau waktu luang.

Komentar