Jumat, 06 September 2013

Sebastian Darke, Prince of Explorers



Judul Buku             : Sebastian Darke, Prince of Explorers
Penulis                    : Philip Caveney
Penerjemah             : Fransisca
Penerbit                   : Mizan Pustaka
Tahun Terbit           : September 2010
Halaman                 : 325



Seperti yang sudah kutulis sebelumnya, aku berjanji untuk menulis review buku dengan lebih baik alias nggak dirapel lagi. (Masih belum berlaku untuk review film, hehehe)

Buku Sebastian Darke sendiri aku beli Agutus tahun lalu, tapi baru aku baca Agustus tahun ini. Yah, nggak tahu, kenapa awalnya aku nggak terlalu tertarik baca buku ini, dan beli hanya sekedar pengen punya aja, hahaha.

Sebastian Darke, makhluk setengah manusia setengah peri, melakukan perjalanan untuk menemukan kota yang hilang, bersama teman-temannya, Cornelius, prajurit seukuran kurcaci dan seekor buffalope yang bisa bicara bernama Max. Mereka melakukan perjalanan atas perintah pedagang kaya bernama Thaddeus Peel untuk mencari Legenda Mendip, kota yang hilang.

Perjalanan mereka tidak langsung ke kota Mendip, tapi mampir dulu ke Desa Jilith, di mana seorang sesepuh di sana dikabarkan pernah masuk ke kota Mendip. Namun, tiga sekawan itu tidak bisa serta merta mendapatkan keterangan mengenai kota yang hilang tersebut. Mereka harus membantu kaum Jilith untuk melawan musuh mereka, kaum Gograth yang terkenal jahat dan kejam.

Sebastian Darke ini serial fantasi, bercerita tentang daerah antah berantah, dengan tokoh dan makhluk yang antah berantah pula. Di awal, agak sulit mengikuti cerita ini karena buku yang aku punya adalah seri ketiga. Jadi, ada beberapa tokoh dan daerah yang sering disebutkan, tapi aku nggak ngerti maksudnya apa.

Namun, semakin lama baca buku ini, semakin terhanyut sama kisahnya si Sebastian. Banyak hal seru dan menegangkan dalam petualangan mereka yang bikin aku susah ninggalin buku itu sebelum selesai. Dan Max, makhluk yang di dunia nyata seperti kerbau ini, amat sangat lucu. Kerjaannya makan dan mengeluh, tapi entah kenapa, Caveney bica mengemasnya jadi sangat lucu dan bikin ketawa geli.

Dari segi cerita dan penceritaan, menurut aku, Caveney menyajikannya dengan menarik dan apik. Adegan pertempuran, perjalanan di hutan, dan sebagainya, digambarkan dengan jelas, seolah-olah bisa melihat langsung. Tokoh-tokoh di dalamnya juga memiliki karakter yang kuat, terutama 3 tokoh utama itu. Buat aku, buku ini bagus untuk dijadikan salah satu contoh menulis cerita fantasi petualangan yang baik.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar