Resensi Buku: Lima Sekawan Berkelana


Penulis: Enid Blyton
Penerjemah: Agus Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cetakan ke-19, Oktober 2015
Halaman: 272
ISBN: 978-602-03-2125-7


Seperti biasa, Lima Sekawan (Julian, Dick, Anne, George, dan Timmy) kembali berkumpul untuk menikmati libur musim panas. Biasanya mereka berempat berlibur di Pulau Kirrin, tetapi kali ini George yang belibur di rumah Julian, Dick, dan Anne. Karena merasa bosan diam-diam saja di rumah, ditambah mereka melihat rombongan sirkus dengan karavan meriah, mereka memutuskan untuk berkelana dengan karavan.

Ide mereka disetujui oleh ibu Julian. Mereka pun menyewa dua karavan dan kuda penariknya. Kemudian memulai perjalanan ke atas bukit dengan karavan tersebut, dekat dengan tempat singgah rombongan sirkus. Awal mula, mereka mengira liburan kali ini akan menjadi liburan biasa yang hanya berisi jalan-jalan, makan, dan tidur. Ternyata, lagi-lagi ada yang perlu diselidiki.

Dua orang dari rombongan sirkus bersikap mencurigakan dan mengotot meminta mereka untuk meninggalkan daerah yang disinggahi Lima Sekawan. Tampaknya, dua orang dari sirkus itu amat membenci Lima Sekawan dan menyimpan suatu rahasia buruk. Apakah itu? dan berhasilkah Lima Sekawan membongkarnya?

My Review

Setelah sekian lama tidak lagi membaca Lima Sekawan, kali ini saya membaca serial itu untuk mengisi waktu libur Lebaran kemarin. Karena suasananya sama, tentang liburan, saya pikir cocok sekali membaca ulang kisah Lima Sekawan yang hampir selalu berlibur itu.

Saya tidak akan mengulas banyak hal di review ini mengingat hampir semua seri Lima Sekawan memiliki format yang sama. Hanya berbeda tempat, orang, dan kasus yang perlu diselidiki. Bagi yang membaca seluruh atau sebagian besar seri Lima Sekawan pasti mengakuinya.

Jadi, mari kita bahas hal yang menyenangkan saja, seperti enaknya liburan ke atas bukit dengan karavan. Karavan sendiri adalah kereta tertutup yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi para pelancong. Biasanya di dalam karavan terdapat kasur, tempat penyimpanan barang, dan bak cuci. Kalau zamannya Lima Sekawan, karavan masih ditarik oleh kuda. Kalau zaman sekarang, karavan sudah seperti mobil berkasur, berlemari, berkamar mandi, dan lain sebagainya, hehehe.

Selain melancong dengan karavan, hal menyenangkan lainnya adalah mandi di danau dan menikmati makanan lezat di alam terbuka. Dan yang paling utama adalah tidak ada orang dewasa yang mengatur-atur dan menyuruh-nyuruh. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari itu semua bagi para remaja tanggung. 

Intinya, serial Lima Sekawan adalah bacaan yang menghibur dan menyenangkan, cocok dibaca saat liburan atau saat merasa butuh liburan. Selamat membaca!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: Perang Eropa (Jilid I)