Sabtu, 04 Januari 2014

Resensi Buku: Serikat Sapta Siaga



Penulis           : Enid Blyton
Penerjemah   : Agus Setiadi
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit    : Cetakan Kelima, Juli 2000
Halaman        : 128


Serikat Sapta Siaga adalah sebuah kelompok rahasia berisi tujuh orang anak, yaitu Peter dan adiknya Janet, Jack, Colin, Barbara, Pam, dan George. Mereka memiliki lencana khusus berinisial SS, kata sandi, dan tempat pertemuan yaitu gudang tua di rumah Peter.

Setelah Natal, mereka masih memiliki liburan musim dingin yang cukup panjang. Namun, jadi terasa membosankan karena tidak ada sesuatu yang harus mereka lakukan, seperti menyelidiki sesuatu yang mencurigakan atau mengungkap suatu rahasia. Jadi mereka memutuskan untuk bermain boneka salju di lapangan.

Di dekat lapangan, terdapat sebuah rumah yang sepi, yang hanya dijaga oleh seorang penjaga yang tua dan galak. Saat Skippy, anjing mereka, masuk ke halamannya, Pak Tua itu marah-marah dan mengancam akan memukul Skippy.

Malamnya, Jack tersadar, kalau lencana SS yang dia pakai hilang, dan kemungkinan besar jatuh di lapangan tempat mereka bermain salju. Malam itu juga, Jack pergi sendirian ke sana. Meskipun gelap, lencananya berhasil ditemukan. Namun ia tidak hanya menemukan lencana. Ia mendengar suara mobil dan suara orang bercakap-cakap. Lalu terdengar keributan, seperti suara memekik dan terengah-engah.

Jack tidak berani mencari tahu bunyi apa itu. Secepatnya, ia berlari pulang ke rumah dan langsung memberi tahu Sapta Siaga keesokan harinya. Peter merasa kejadian yang dialami Jack menarik untuk diselidiki. Tugas pun dibagi-bagi. Semuanya bergerak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah besar yang sunyi itu. Berhasilkah mereka mengungkapkannya?

Seperti cerita-cerita bertema petualangan Enid Blyton lainnya, kisah Serikat Sapta Siaga sebenarnya tidak terlalu berbeda. Sekelompok anak, seekor anjing, dan sebuah misteri yang harus dipecahkan. Tapi entah mengapa, selalu menyenangkan untuk diikuti.

(Review ini diikutsertakan dalam Lucky No.14 Reading Challenge, kategori Favorite Author)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar