Jumat, 14 Februari 2014

The Great Gatsby



Penulis            : F. Scott Fitzgerald
Penerjemah    : Sri Noor Verawaty
Penerbit           : Serambi
Tahun Terbit    : Oktober 2010
Halaman         : 283


Nick Carraway, seorang pemuda lajang berusia tiga puluh tahun yang belum lama tinggal di  West Egg, sebuah daerah di ujung timur New York, di dekat pantai Long Island Sound. Tepat di sebelah rumah kayunya yang kecil, berdiri sebuah rumah besar dengan segala keindahan dan kemewahan yang tersimpan di dalamnya.

Rumah besar itu milik Mr. Gatsby, atau seperti itulah yang Nick tahu. Seorang lelaki misterius baginya, yang setiap akhir pekan rutin menggelar pesta besar. Tepat di seberang rumah Gatsby, di wilayah bernama East Egg berdiri juga sebuah rumah besar. Rumah itu milik Tom Buchanan. Teman kuliahnya sekaligus suami sepupunya, Daisy Buchanan. Kedua rumah besar itu dipisahkan oleh sebuah teluk kecil berair biru.

Nick tidak benar-benar mengenal Gatsby, sampai ia mendapat secarik undangan untuk mendatangi pestanya. Dan ia baru tahu, kalau dia adalah satu-satunya orang yang diundang oleh tuan rumah. Sedangkan para tamu lainnya -orang-orang kaya yang berasal dari berbagai kalangan itu-  mereka datang sendiri tanpa diminta.

Banyak rumor dan gossip yang beredar mengenai siapa diri Gatsby sebenarnya. Terutama karena kekayaan Gatsby yang melimpah ruah. Semua orang sepertinya punya spekulasi sendiri-sendiri tentang dari mana semua harta itu berasal. Hal yang membuat Nick sangat penasaran.

Saat akhirnya bertemu langsung dengan Gatsby, Nick begitu terpesona. Dari cara Gatsby tersenyum, Nick tahu kalau dia adalah orang yang baik. Hanya saja, rahasia tentang Gatsby tidak berhenti di situ. Musim panas itu, menjadi musim panas penuh sejarah bagi Nick. Karena bukan hanya mengetahui rahasia yang dipendam tetangga jutawannya, tapi juga rahasia yang disimpan Daisy dan Tom.

Menurutku, cerita ini bagus. Meskipun aku nggak suka akhirnya, tapi aku suka cara Fitzgerald membuatku jatuh cinta pada tokoh Nick dan Gatsby. Nick, di mataku seperti seorang pemuda pendiam tapi bijak, dan Gatsby, orang baik yang dikhianati oleh optimismenya sendiri. Dan aku juga sangat suka bagian saat Nick menggambarkan senyum Gatsby untuk pertama kalinya. Benar-benar membuatku simpati akan tokoh yang satu ini.

Hanya saja, entah itu dari penerjemahannya, atau memang aslinya begitu, terkadang ada susunan kalimat yang rumit dan sulit dimengerti. Atau mungkin memang bahasanya yang terlalu tinggi, dan aku nggak bisa menangkapnya. Hahaha…

Tapi yang jelas, tepat setelah selesai membaca The Great Gatsby, aku langsung menonton filmnya. Diperankan oleh Leonardo Dicaprio sebagai Gatsby dan Tobey Maguire sebagai Nick. Maka, aku juga ingin sedikit mengulas filmnya di sini.

Untuk Tobey, menurutku dia cocok memerankan Nick. Seperti yang tadi kukatakan, Nick merupakan pemuda yang pendiam dan bijak, dan mimik wajah Tobey bisa menampilkan hal itu. Tapi Leonardo sepertinya ketuaan memerankan Gatsby. Meskipun diceritakan kalau usia Gatsby sekitar tiga puluh tahunan, tapi entah mengapa aku membayangkan sosok Gatsby lebih muda dan lebih fresh daripada wajah Dicaprio saat ini. Walaupun begitu, untuk memberikan senyum seperti yang digambarkan Fitzgerald di dalam bukunya, Dicaprio lumayan-lah.

Selain itu, menonton The Great Gatsby, membuatku teringat film lama yang pernah kutonton. Film yang diperankan oleh Dicaprio dan Maguire juga, tahun 1993, saat keduanya masih remaja dengan wajah yang unyu. Aku baru sadar, waktu berlalu begitu cepat, dan seperti kata Nick, kita tidak bisa mengulang masa lalu. 

[Review ini diikutsertakan dalam Lucky No.14 Reading Challenge kategori Once Upon a Time]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar