Rabu, 26 Februari 2014

Resensi Buku: The Invention of Hugo Cabret



Penulis            : Brian Selznick
Penerjemah    : Marcalais Fransisca
Penerbit           : Mizan Fantasi
Tahun Terbit    : 2012
Halaman         : 521


Hugo Cabret, anak lelaki berusia 11 tahun yang tinggal di stasiun kota Paris. Setiap hari, dia merawat jam-jam yang ada di sekitar stasiun agar bergerak tepat pada waktunya. Hugo tinggal sendirian di loteng menara jam. Ia hanya ditemani oleh sebuah automaton rusak, yang setiap hari dia perbaiki, dengan gir, sekrup, dan barang-barang kecil lain yang ia curi dari kios toko mainan.

Kios toko mainan itu dijaga oleh seorang kakek tua. Selama ini, Hugo selalu berhasil mencuri benda-benda yang ia perlukan dari kios itu. Sayangnya, pagi itu ia tertangkap basah. Si kakek tidak hanya mengancamnya untuk dilaporkan kepada Inspektur Stasiun, tapi juga mengambil buku catatan Hugo yang paling berharga. Buku catatan yang membuatnya dapat memperbaiki automaton. Tanpa buku catatan itu, automaton itu tak akan bergerak seperti seharusnya, dan selamanya Hugo akan kesepian.

Automaton sendiri mirip sebuah robot besi, yang terdiri dari susunan gir untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Kata ayahnya, automaton itu dapat bergerak dan menulis. Mungkin jika ia telah diperbaiki, automaton itu akan memberikan sebuah pesan kepada Hugo. Dan Hugo ingin sekali tahu apa isi pesan itu. Namun, saat Hugo datang kembali ke kios mainan untuk menagih buku catatannya, kakek tua itu hanya memberi sebungkus kain berisi abu bekas kertas dibakar.

The Invention of Hugo Cabret adalah buku kedua yang aku baca setelah menonton filmnya. Karena menurutku filmnya bagus, aku pun tertarik dengan bukunya. Apalagi, penulisnya memberikan banyak ilustrasi menarik di sela-sela cerita. Juga foto-foto asli yang terkait dengan alur cerita. Dari segi bahasa, penerjemahannya bagus sehingga mudah dipahami, bahkan oleh anak-anak.

Apalagi ya? Hahaha, bingung. Karena nonton filmnya dulu, jadi pas baca udah nggak terlalu menegangkan lagi. Terus cerita di buku dan di film memang sama, nggak ada yang dikurang atau diubah. Jadi nggak memberikan efek, “oh, kalau di novel seperti ini sebenernya..”

Novel The Invention of Hugo Cabret di filmkan dengan judul Hugo. Diperankan oleh Asa Butterfield sebagai Hugo dan Chloe Moretz sebagai Isabelle. Waktu pertama kali nonton filmnya, aku pikir ini kisah nyata, karena menceritakan tokoh nyata, yaitu George Melies, seorang pembuat film asal Prancis. Ternyata, di bagian belakang novel, penulisnya menyatakan kalau kisah ini benar-benar rekaan semata.


Nggak sabar untuk memiliki kisah Brian Selznick selanjutnya, Wonderstruck, yang juga penuh dengan ilustrasi-ilustrasi menarik.

[Review ini diikutsertakan dalam Lucky No.14 Reading Challenge kategori Chunky Brick.]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar