Minggu, 04 Mei 2014

Resensi Buku: The Alchemist and The Angel


Penerjemah      : Nina Setyowati
Penulis             : Joanna Owen
Penerbit           : Ufuk
Tahun Terbit    : 2010
Halaman          : 356


Jan adalah anak laki-laki yang kehilangan kedua orangtuanya karena wabah pes. Paman Jan, Gustav Grausam, membawanya ke rumahnya di Vienna untuk diasuh. Paman Gustav adalah salah satu alkemis hebat di Vienna. Ia memiliki sebuah ruangan kerja sendiri yang berisi segala macam percobaan alkeminya.

Meskipun Jan tampak selalu bersedih karena kematian orangtuanya, Paman Gustav melihat bakat dalam diri Jan dan mengajak anak lelaki itu untuk menjadi muridnya. Paman Gustav membawa Jan ke dalam Ruang Bawah Tanah Sains-nya yang membuat Jan sangat terkesima. Paman Gustav sedang merencanakan penciptaan makhluk dari akar mandrake untuk kepentingan umat manusia.

Jan merasa sangat antusias dengan itu semua. Ia menjadi sangat bersemangat mempelajari apapun yang diminta oleh pamannya. Ia juga membuat percobaannya sendiri, yaitu ramuan eliksir yang dapat mengobati penyakit dan menghindari kematian.

Sayangnya, saat proses penciptaan akar mandrake mendekati akhir, Paman Gustav ditemukan meninggal. Istrinya, Bibi Greta memutuskan untuk meninggalkan Vienna dan pergi ke Praha agar bisa bertemu Kaisar untuk mengenalkan temuan-temuan suaminya. Jan yang saat itu sedang menggali akar mandrake, hampir saja ditinggal.

Maka Jan pun ikut Bibi Greta ke Praha, sedangkan akar mandrake yang ditanam dulu bersama Paman Gustav hilang entah ke mana. Ketika mereka sampai di Praha, dan menginap di sebuah tempat peristirahatan, Bibi Greta bertemu dengan seorang laki-laki bernama Ignaz Muller, dan menghilang bersamanya.

Jan yang ketakutan karena Bibinya pergi, malah bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Zuzana yang setiap hari datang untuk menolong korban wabah pes. Bersama Zuzana, Jan mengunjungi korban-korban wabah pes, yang semakin membuatnya semangat untuk menyempurnakan ramuan eliksir, sambil terus mencari keberadaan Bibi Greta.

Mengambil setting tahun 1583 di Austria, kisah The Alchemist dan The Angel ini merupakan fiksi berlatar sejarah dan dongeng yang menarik. Banyak hal yang aku suka dari novel ini. Pertama, ilustrasi dalam buku yang menggambarkan hal-hal di dalam cerita. Memang tidak semua hal diilustrasikan, tapi cukup banyak untuk ukuran sebuah novel.

Kedua, di dalam cerita, diselipkan berbagai dongeng-dongeng serta kisah rakyat Austria dan sekitarnya, yang berhubungan dengan sihir dan keajaiban. Ketiga, penulis mampu mengemas ceritanya menjadi misterius dan membuat pembacanya penasaran. Terakhir, aku suka hubungan antara Jan dan Zuzana, yang mungkin bisa dibilang romantis, meskipun tidak terlalu gamblang, mengingat novel ini bukan tentang kisah cinta.

Di halaman terakhir, Joanna Owen juga menjelaskan beberapa tokoh di dalam cerita yang terinspirasi dari tokoh nyata. Begitu juga dengan ramuan dan proses-proses menciptakan makhluk yang diambilnya dari literatur-literatur kuno.

Secara bahasa, terjemahannya juga enak dibaca. Finally, it’s a worth book to read.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar