Sabtu, 11 Oktober 2014

Resensi Buku: The 13 Secrets

Penulis             : Michelle Harrison
Tahun Terbit    : Juni 2012 (Edisi Ebook Pertama)
Halaman          : 187 
Format            : Ebook English Version


Spoiler Alert!
Liburan musim panas baru saja mulai. Seperti biasa, Tanya kembali ke Elvesden Manor untuk menikmatinya di sana. Elvesden Manor sendiri kini lebih ramai dengan kehadiran anggota baru, Rowan atau Red, dan ibu aslinya, Rose.

Meskipun telah tinggal nyaman dan hidup seperti gadis kebanyakan, Rowan merasa tidak tenang. Ia dihantui oleh semacam ketakutan dan kekhawatiran atas apa yang telah diperbuatnya. Yaitu saat ia meninggalkan fey laki-laki bernama Eldritch saat mereka sama-sama terkurung di rumah seorang penyihir bernama Hedgewitch.

Saat itu, Rowan bisa saja menyelamatkan Eldritch. Namun setelah mengetahui kalau Eldritch berhubungan dengan penculikan James, adiknya, Rowan memilih untuk meninggalkannya dalam keadaan terikat di rumah penyihir tersebut.

Selain dihantui perasaan bersalah, ia juga ingin keluar dari sebuah grup yang diikutinya saat ia masih menggelandang dulu. Grup itu bernama The Covens, berisi 13 anggota yang memiliki keahlian masing-masing, yang bertugas untuk mengembalikan anak-anak manusia yang ditukar oleh fairy.

Kenyataannya, Rowan diberi pilihan untuk keluar atau menolong satu lagi keluarga, yang kali ini, ibunya-lah yang ditukar oleh fairy. Tino, ketua The Covens memberi pilihan pada Rowan, dia boleh pergi atau menolong satu kasus lagi. Rowan memilh yang terakhir.

Rowan tidak menyangka kalau kasus itu adalah jebakan Eldritch, yang telah bebas dan ingin membalas dendam pada Rowan karena telah membiarkannya terkurung. Namun anehnya, jika Eldritch hanya berurusan dengan Rowan, kenapa tiga anggota The Covens ditemukan mati mengenaskan setelah kasus itu selesai. Bahkan ada kemungkinan kalau sisanya akan mengalami nasib yang sama. Kenyataan ini menunjukkan, bukan hanya Rowan yang diburu, tapi ada pihak lain yang menginginkan The Covens hancur.

Sebelum aku mulai mereview, aku ingatkan akan ada banyak spoilers di sini (baik untuk buku ini maupun dua buku sebelumnya) dan beberapa komentar nggak penting, hehehe…

Ya, dibanding dengan buku pertama dan kedua (The 13Treasures & The 13 Curses) buku terakhir ini lebih panjang dan lebih menegangkan. Lebih panjang karena harus mengulas dua hal, yaitu bagian The Covens menolong ibu yang ditukar dengan fairy, dan bagian The Covens dan keluarga Tanya diserang.

Untuk bagian ke dua, deg-degan banget ketika memasuki klimaks cerita dan dihadapkan pada plot twist-nya. Bahkan sampai mendekati klimaks pun, aku sama sekali nggak bisa menebak siapa yang ingin menghancurkan The Covens. Dan saat sudah ketahuan, heat of story meningkat tajam, penasaran akhirnya seperti apa. Meskipun, bagian akhirnya malah yang paling mudah ditebak.

Nah, selain dari segi petualangan dan pertempuran dengan fairy, ada hal remeh-remeh yang membuat aku makin suka dengan serial ketiga ini. Oh, pastinya bisa ditebak dong hal remeh temeh itu apa.

Salah satu anggota The Covens, Sparrow, anak laki-laki yang pertama kalinya menemukan Rowan di jalanan dan mengajaknya masuk ke grup itu, diam-diam suka pada Rowan. Aiiih… manis banget deh, saat Sparrow memberikan perhatian kecil pada Rowan. Misalnya, tidak membiarkan Rowan pulang sendiri ke Elvesden Manor, atau memanjat kamar Rowan untuk memastikan kalau gadis itu baik-baik saja. Tapi yang paling manis adalah saat menjelang ‘pertempuran’ The Covens, Sparrow mencium pipi Rowan dan bilang, “I’m afraid I don’t get second chance.” Duuuh, manis banget yaa…. Such a nice boy!

Memang sih, sejak buku kedua, bagian Rowan jadi lebih banyak dibanding Tanya, yang aku pikir bakal jadi tokoh utama sepanjang serial. Tapi, Tanya selalu memegang peranan penting kok di tiap petualangan mereka. Tentu saja dengan Fabian. Mungkin kalau ada buku ke empat, giliran hubungan Tanya dan Fabian kali ya… Habis dari awal sampai akhir buku, mereka sering berantem, tapi saling perhatian dan bisa kompak juga.

Lalu tentang ibu Rowan, Rose, yang diam-diam menjalin hubungan dengan Warwick, ayah Fabian. Wah, yakin banget deh, kalau ada buku ke-empat, dipastikan mereka menikah, terus Fabian dan Rowan jadi saudara, dan Tanya jadi pacarnya Fabian, hehehe

Maaf, itu tadi sudah masuk ke bagian yang nggak penting. Tapi jujur aja, karena aku sudah lumayan jarang baca serial lagi, jadi seperti merasa punya kedekatan khusus dengan tokoh-tokoh di Trilogi 13 ini. Sehingga, meskipun ceritanya sudah berakhir, aku masih membayangkan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya.

Untuk The 13 Secrets sendiri, dari jalan ceritanya menurutku seru banget. Walaupun sampai akhir, aku masih belum bisa menangkap apa sih 13 rahasianya itu?

Lalu, karena di Indonesia sepertinya belum terbit, sama seperti Trilogi Emily, aku pun mencari versi Ebook-nya di internet. Jadi bacanya versi bahasa Inggris British. Banyak kosakata baru yang aku temukan, lebih banyak daripada di Emily’s Quest yang berbahasa Inggris juga. Dan aku merasa amat lega, karena akhirnya, aku nggak digantungin sama serial! Hehehe…


Ps: Aku menemukan sebuah artikel yang juga suka dengan Trilogi 13 ini dan memaparkan 13 alasan kenapa dia menyukainya. I totally agree with her, except for the last reason, Rowan/Red is gorgeous, but I prefer Fabian so much! Hehehe

Pss: Gambar juga aku ambil dari artikel mereka 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar