Resensi Buku: Sapphire Blue (Time Travel Trilogy #2)


Penulis: Kerstin Gier
Penerjemah: Nadiah Abidin
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2013
Halaman: 364



Di buku pertama, Gwendolyn akhirnya mengetahui bahwa sebelumnya para penjelajah waktu memiliki dua buah kronograf. Namun, satu kronograf telah dicuri oleh Paul dan Lucy, penjelajah waktu yang hanya berbeda satu generasi dengannya. Tidak ada yang tahu maksud Paul dan Lucy mencuri kronograf dan di mana mereka bersembunyi. Kebanyakan dari mereka mengira Paul dan Lucy memiliki niat jahat dengan krongoraf curian tersebut.


Untuk itulah, Gwendolyn dan Gideon berkali-kali dilempar ke tahun-tahun yang telah ditentukan untuk mencari tahu kabar tentang Paul dan Lucy. Di saat yang sama, Gwendolyn punya perasaan yang tidak enak terhadap Sang Bangsawan yang disebut-sebut sebagai keturunan pertama gen penjelajah waktu. Dan di saat yang sama pula, Gwendolyn terpaksa mengakui kalau ia terpikat oleh pesona Gideon yang awalnya menyebalkan.


Di buku kedua ini, petualangan semakin seru. Gwendolyn mati-matian mempelajari tari Minuett dan tata krama zaman dahulu. Ia juga berusaha untuk terus menyelidiki maksud Paul dan Lucy mencuri kronograf dan apa yang terjadi jika kronograf itu disentuh oleh seluruh penjelajah waktu. 


Konon katanya, akan ada suatu yang terjadi jika kronograf telah disentuh oleh seluruh pejelajah waktu. Saat ini, masing-masing kronograf menyisakan dua penjelajah waktu yang belum menyentuh. Kronograf pertama yang dicuri Paul dan Lucy, belum disentuh oleh Gwendolyn dan Gideon. Sebaliknya, di kronograf kedua, Paul dan Lucy-lah yang belum menyentuhnya. Peraturannya, Gwendolyn dan Gideon jangan sampai menyentuh kronograf yang dipegang Paul dan Lucy karena tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh mereka.


Sungguh, membaca buku kedua ini membuat saya semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya dirahasiakan oleh sang Bangsawan dan apa yang diketahui oleh Paul dan Lucy sehingga mereka nekat mencuri kronograf. Dan apa yang akan terjadi dengan Gwendolyn? Benarkah ramalannya akan terjadi?



Saya tahu, resensi ini agak berantakan. Mungkin juga ada banyak hal yang ketinggalan. Tetapi percayalah, trilogy ini seru sekali. Seru dan membuat penasaran. Sayang, saya belum memiliki buku ketiganya. Mengingat ini adalah terbitan lama, mungkin sudah agak sulit menemukannya di toko buku. Tetapi mudah-mudahan masih berjodoh dengan trilogi ini karena jujur saja saya benar-benar penasaran dengan segala rahasia yang disampaikan di buku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: Cuaca Selalu Berubah