Resensi Buku: Lovely Heist


Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Nur Aini, Adelaine
Penerbit: Inari
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, April 2018
Halaman: 432
ISBN: 978-602-6682-21-5


Setelah menunggu Liquor di penjara selama empat tahun, Frea begitu bahagia ketika kekasihnya telah bebas. Mereka akan melangsungkan pernikahan tentu saja. Tetapi sebelum itu, Frea harus mengenalkan Liquor kepada kedua orang tuanya yang berada di Singapura. Liquor dan Frea pun mulai merencanakan perjalanan mereka. Sayangnya, Frea dan Akiko malah diracun oleh Gift, salah satu anggota Arthropods. 

Frea dan Akiko diracun atas keinginan Harker, masih anggota Arthropods, kakak dari Gift. Ia meracun kedua perempuan itu sebagai paksaan kepada Liquor dan Night agar mereka mencuri sebuah cincin batu rubi dari seorang gadis. Saat Harker memberi tahu kalau mereka diracun, Liquor dan Night hanya punya kesempatan 39 hari lagi untuk mencuri cincin itu dan menukarnya dengan penawar racun yang dimiliki Harker. Jika mereka gagal, Frea dan Akiko akan mati.

Liquor dilema. Di satu sisi, ia baru saja keluar dari tahanan dan berjanji tidak akan mencuri lagi. Namun, ia tidak akan membiarkan Frea terluka sedikit pun. Ia akan melakukan apa saja agar Frea selamat, meskipun itu berarti ia harus kembali mencuri, mempertaruhkan kebebasannya, mempertaruhkan nyawanya.

My Review

Ini adalah buku lanjutan dari Love Theft karya Prisca Primasari. Jujur saja, waktu penulisnya memberitahu akan ada kelanjutan dari Love Theft, saya cukup penasaran. Meskipun saya tidak terlalu menyukai karakter Liquor, saya cukup menyukai petualangan Frea dan kawan-kawan karena cerita tentang geng pencuri cukup jarang diangkat dalam novel.

Baiklah, kita mulai review dari alur cerita. Cerita dibuka saat Frea, Liquor, dan Night berada di Inggris. Frea dan Liquor sedang mencari-cari orang yang bernama Mr. Moon. Sebagai pembaca, saya dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya dilakukan Frea dan Liquor di Inggris, dan siapakah Mr. Moon ini.

Kemudian, cerita beralih mundur ke belakang, pada masa Frea dan Akiko menunggu Liquor dan Night keluar dari penjara. Setelah itu, cerita terus bergerak maju sampai akhir.

Alur ceritanya cukup bikin penasaran. Apalagi Harker sampai meracun Frea dan Akiko segala untuk mendapatkan keinginannya. Hanya saja, setelah tahu alasannya, bagi saya sedikit kurang masuk akal. Agak lebay, sih. Tetapi di situ diterangkan kondisi psikologis Harker yang membuat saya cukup menerima alasan itu. 

Selanjutnya, tentang tokoh-tokoh di cerita ini. Frea tetap seperti Frea, dengan kepolosannya, dengan ketulusannya mencintai Liquor. Liquor masih membenci masa lalunya, masih belum memaafkan ibunya. Di buku ini juga diceritakan asal-usul keluarga Liquor. 

Banyak adegan romantis antara Frea dan Liquor. Penulisnya sangat lihai merangkai kalimat yang menggambarkan keromantisan mereka tanpa terkesan lebay, tapi tetap bikin baper. 

Di cerita ini, sama seperti cerita sebelumnya, saya tetap menyukai Night. Entah apa yang membuat saya menyukainya, mungkin lontaran-lontaran kalimatnya yang buat saya terdengar lucu tetapi cerdas. Saya juga suka dengan interaksi Night dengan istrinya, Akiko. Bagi saya, mereka pasangan yang cute. Hehehe.

Ada dua hal yang menurut saya masih kurang di novel ini. Pertama, tentang Harker dan Wilhelmina, gadis yang cincinnya ingin dicuri oleh Harker. Bagi saya, latar belakang mereka berdua masih kurang kuat diceritakan di novel ini. Latar berlakang yang membuat mereka melakukan aksi-aksi selebay itu. Iya sih tahu, ini novel tentang Frea dan Liquor (jadi tentu saja porsi Liquor dan Frea paling banyak), tapi tetap saja, saya merasa apa yang dilakukan oleh Harker dan Mina itu agak lebay.

Kedua, bagian Prue (sahabat Frea) yang hamil di luar nikah. Jujur saja, bagian ini terkesan seperti ‘filler’ di serial-serial drama dan nggak terlalu berefek langsung dengan cerita utama. Saya yang tadinya cukup menyukai Prue, jadi menurunkan ‘rating’ saya kepada dia. Padahal menurut saya, tanpa tambahan bumbu ‘Prue hamil di luar nikah’, ending cerita ini bakal tetap sama.

Yah, meskipun dengan dua ‘ganjalan’ tadi, Lovely Heist adalah kisah yang seru untuk dinikmati. Namun, sebelum membaca ini, harus membaca Love Theft dulu. 

Untuk Kak Prisca, ditunggu novel-novel romantis berikutnya! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Pertama: The Lord of The Rings