Senin, 22 Mei 2017

Blue Vino




Penulis: K. Fischer
Penyunting: Dini Novita Sari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2013
Halaman: 328
ISBN: 978-979-22-8019-7

Roz merasa dikhianati teman sekantornya, Hubert. Semua hasil pekerjaan itu adalah buatan Roz, milik Roz. Bukan karena Hubert yang menyampaikannya, membuat itu semua menjadi milik Hubert. Saat ada pertemuan internasional di Mesir, dan perwakilan perusahaan tidak boleh seorang perempuan, Hubert-lah yang terpilih. Saat itulah Roz merasa waktu yang tepat membiarkan Hubert berpikir sendiri tanpanya dan waktu yang tepat untuk cuti tiga minggu setelah bekerja enam tahun tanpa liburan sedikit pun.

Tidak sulit mendapat jatah cuti sepanjang itu. Yang sulit adalah menemukan tempat liburan untuk cuti sepanjang itu. Roz bahkan tidak tahu harus pergi berlibur ke mana. Untunglah Lisa, sekretarisnya, mengajaknya ke hotel dan perkebunan anggur milik keluarganya di Langenlois, daerah produksi anggur terbesar di Austria.

Selama tinggal di Vienna, Roz belum pernah ke mana-mana. Baru kali ini ia mengunjungi daerah perkebunan anggur secara langsung. Sebuah tempat yang membuka mata Roz tentang produksi anggur yang selama ini tidak terlalu diketahuinya.

Lisa tinggal di perkebunan dan hotel Hennerhof yang diwarisi secara turun temurun oleh keluarganya. Roz tak menyangka liburannya di Hennerhof membawanya berkenalan dengan dua orang pemuda sekaligus. Yang satu lelaki tampan yang supel dan baik hati bernama Bjorn dan laki-laki brewok misterius menyeramkan bernama Dagny. Dan seolah belum lengkap dengan kehadiran dua cowok baru di hidup Roz, Roz juga masuk ke dalam permasalahan Hennerhof demi membantu Lisa.

My Review

Jujur saja, setelah membaca Berlabuh di LindØya , saya tidak berharap banyak dengan Blue Vino. Apalagi Blue Vino adalah buku pertama penulisnya. Ternyata, Blue Vino malah lebih seru dibanding Berlabuh di LindØya. Konfliknya terasa lebih riil dan menegangkan. Saya juga tidak bisa menebak dengan siapakah Roz akhirnya, Bjorn atau Dagny, atau tidak dengan siapa-siapa. Saya juga penasaran dengan penyelesaian masalah Hennerhof. 

Sayangnya, saya tetap tidak terlalu suka dengan tokoh utama perempuan di buku ini, Roz. Jika Sam adalah perempuan yang sangat menjaga jarak dengan laki-laki, maka Roz adalah kebalikannya. Saya merasa Roz tidak punya pendirian dan mudah tertipu oleh penampilan semata. Saya cukup suka di bagian Roz membantu Lisa. Meskipun di kantor hubungan mereka adalah atasan dan bawahan, tetapi Roz memperlakukan Lisa selayaknya seorang sahabat.

Untuk latar cerita, kemampuan penulis menggambarkan indahnya perkebunan anggur tidak perlu diragukan lagi. Baru kali ini saya membaca novel dengan latar perkebunan anggur dan cukup membuat saya merasa ingin pergi ke sana. Blue Vino akan mengajak pembaca berjalan-jalan menikmati keindahan perkebunan anggur dan menyelami permasalahan yang mungkin terjadi di dalamnya.

Btw, mungkin seperti ini penampakan kebun anggur di Langenlois.

source

Berlabuh di LindØya




Penulis: K. Fischer
Editor: Irna Permanasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Cetakan 1, 2015
Halaman: 280

Sam dipindahkan tempat kerjanya dari Halstad ke Oslo. Sebenarnya ia tidak mau, karena Oslo merupakan ibu kota, dan ibu kota tentu saja ramai. Sementara Sam, jauh-jauh pergi ke Norwegia bukan untuk mencari keramaian. Namun, karena perpindahan itu tidak bisa ditolaknya, Sam pun pindah ke Oslo, dan tinggal di sebuah pulau kecil bernama LindØya.

Di LindØya, Sam bertetangga dengan seorang pemuda misterius bernama Rasmus. Dari rumahnya, sering terdengar suara musik dan keramaian yang mengganggu Sam. Entah apa yang dilakukan Rasmus, yang jelas ulahnya amat mengganggu Sam sekaligus membuatnya penasaran. Namun, Sam berusaha menjaga jarak dengan pemuda itu. Sam menjaga jarak dengan laki-laki mana pun. Pengalaman pahit masa lalunya selalu menghantui bahkan meski ia telah jauh pergi dari negara asalnya, Indonesia.

My Review

Untuk awalan, Sam adalah perempuan. Di awal cerita memang dijelaskan kalau ia seorang perempuan, meskipun tidak diberi tahu nama lengkapnya sehingga ia bisa dipanggil Sam. Sam sangat hati-hati terhadap laki-laki apalagi jika itu laki-laki asing. Sam perempuan yang menutup diri dan tidak terlalu suka bersosialisasi. Semua itu karena pengalaman buruknya di masa lalu yang tak bisa ia lupakan.

Berlabuh di LindØya mengangkat tiga sudut pandang, Sam, Rasmus, dan Putri. Siapakah Putri? Nanti juga tahu setelah membaca beberapa halaman dari buku ini. Sam dengan kecemasannya, Rasmus dengan hidupnya yang ramai, dan Putri yang terjebak dengan pacar keren yang tidak begitu dicintainya, Deri.
Sebenarnya saya sudah bisa menebak cerita ini setelah membaca beberapa bagian. Seperti apa masa lalu Sam yang membuatnya ketakutan dan bagaimana akhir hubungannya dengan Rasmus. Hampir saja saya tidak ingin menyelesaikan buku ini, tetapi karena latar Oslo yang cukup menghibur, saya pun membacanya hingga tamat.

Tidak ada yang terlalu istimewa dengan Sam. Ia gadis yang penuh kecemasan yang bagi saya terasa berlebihan. Tetapi saya berusaha mengerti  bahwa semua itu karena pengalaman buruknya di masa lalu. Rasmus juga tidak terlalu istimewa. Cukup baik, benar-benar seperti cowok tetangga sebelah, tapi tidak terlalu istimewa sehingga karakternya terngiang-ngiang di kepala. Dan saya sukses sebel setengah mati dengan Deri alias Mas Ei-nya Putri yang menyebalkan. Aargh, kenapa bisa ada cowok seperti itu sih di dunia ini?

Baiklah, mungkin itu saja review dari saya. Berlabuh di LindØya cukup menarik di bagian latar. Baik latar tempat maupun kultur Oslo, disajikan dengan piawai oleh penulisnya. Namun, dari segi konflik dan jalan cerita, cenderung biasa saja. 


Rabu, 10 Mei 2017

Wishful Wednesday - Anne of Green Gables





Alhamdulillah, sudah hari Rabu lagi, bisa menambah wishlist buku lagi, yang sebenarnya tak hanya muncul di hari Rabu, tapi biar makin seru aja karena ada Wishful Wednesday, hehehe. Dan supaya blognya nggak sepi-sepi amat karena saya masih malas menulis review. (malas kok dipelihara, sih? -_____- )

Kali ini saya berharap bisa memiliki seri Anne of Green Gables yang diterbitkan ulang oleh Penerbit Qanita dengan sampul yang cantik sekali. Jauh berbeda dengan sampul saat pertama kali terbit. Saat pertama kali terbit, tema sampul seri Anne of Green Gables bernuansakan tempelan foto orang –entah siapa dia—yang tidak terlalu menarik untuk dikoleksi. 

sumber: Goodreads
Lalu diterbitkan ulang dengan sampul bernuansa hijau yang lebih fokus ke tipografi. Sampul ini menurut saya sudah jauh lebih baik dibanding cetakan pertamanya. 

sumber: Goodreads
Namun, baru satu seri keluar dengan sampul tipografi, Penerbit Qanita menerbitkan ulang dengan sampul berbeda, kali ini langsung tiga buku; Anne of Green Gables, Anne of Avonlea, dan Anne of the Island.

sumber: Instagram Penerbit Qanita

Seri Anne of Green Gables bisa dibilang karya yang paling dikenal dari Lucy M. Montgomery. Saya sendiri termasuk yang nge-fans banget dengan beliau, karena cerita dan gaya tulisannya bagus. Beberapa bukunya yang sudah saya baca adalah Emily of New Moon, Emily Climbs, Emily’s Quest, The Story Girl (Gadis Dongeng), dan Cerita Sepanjang Musim. Karena sudah tahu gaya tulisannya seperti apa, ditambah dengan seri Anne didapuk sebagai salah satu buku best seller, saya makin penasaran untuk membacanya.

Nah, mudah-mudahan saya bisa memiliki seri Anne of Green Gables lengkap dan semoga Penerbit Qanita menerbitkan semua seri Anne dengan sampul cantik tersebut. Jumlah total seri Anne of Green Gables adalah 8 buku, dan semua pernah diterbitkan oleh Penerbit Qanita dengan desain cover lama. Mari berharap lima buku lagi akan diterbitkan juga. Amiiin…

sumber: Instagram Mizan

Rabu, 19 April 2017

Review dan Giveaway - One (Pengumuman Pemenang)



Judul: One

Penulis: Sarah Crossan

Penerjemah: Airien Kusumawardani

Penyunting: Prisca Primasari

Penerbit: Spring

Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Februari 2017

Halaman: 413

ISBN: 9786026044310



Grace dan Tippi adalah sepasang kembar siam IschiopagusTripus. Tubuh mereka menyatu dari pinggang ke bawah. Meskipun dokter pernah memvonis usia mereka tak lebih dari dua tahun, mereka tetap bertahan sampai kini berusia enam belas tahun.


Bukanlah hal mudah menjalani dua kehidupan dalam satu tubuh. Namun, mereka berusaha menjalani hari-hari seperti biasa dan sebisa mungkin menjauh dari penglihatan orang-orang. Ya, menjauh dari orang-orang yang menatap mereka dengan rasa ingin tahu atau mungkin takut dan jijik. Masalahnya, setelah bertahun-tahun homeschooling, kondisi keuangan orang tua mereka tak sama lagi. Mereka terpaksa bersekolah di sekolah swasta, Hornbeacon High.


Grace dan Tippi menyambut rencana ini dengan ogah-ogahan. Orang tua mereka mempersiapkan segala sesuatunya agar hari pertama bersekolah di sekolah umum berjalan lancar. Dan meskipun ada murid-murid yang memperhatikan mereka dengan pandangan aneh, mereka bersahabat dengan Yasmeen dan Jon yang menganggap mereka tak lebih dari dua murid baru.


Kehidupan Grace dan Tippi memang tak sesempurna yang mereka inginkan. Akan tetapi, mereka tetap menjalaninya dengan bahagia. Hanya saja, sesuatu terjadi. Sesuatu yang lebih dari sekadar pindah ke sekolah umum. Sesuatu yang sempat terpikirkan meski tak benar-benar mereka inginkan.



My Review


Tidak seperti novel kebanyakan, One disajikan dalam bentuk puisi. Saat pertama kali saya membacanya, saya penasaran, apakah novel ini akan seseru novel lainnya yang disajikan dalam bentuk narasi?


Ternyata membaca novel dalam bentuk puisi seru juga. Kisah Grace dan Tippi lebih melekat di dalam benak saya. Cerita juga menjadi lebih padat dan tidak bertele-tele, tanpa menghilangkan detil-detil yang membuatnya semakin hidup.

Mengenai kembar siam, saya teringat dengan artikel di majalah yang pernah saya baca, entah tahun berapa. Artikel itu membahas kehidupan dua anak perempuan kembar siam, Abigail dan Brittany Hensel yang kini telah dewasa. Saya juga teringat dengan kisah kembar siam Ladan dan Laleh Bijani yang sempat fenomenal pada tahun 2003. Mereka melakukan operasi pemisahan karena ingin meraih cita-cita masing-masing meskipun tahu risiko yang dihadapi sangat besar.


Kembali lagi ke kisah Grace dan Tippi. Meskipun penulisnya mengakui kisah mereka adalah kisah fiksi, Sarah Crossan melakukan riset mendalam mengenai kehidupan kembar siam.   Karena membaca novel One, saya bisa membayangkan seperti apa menjalani kehidupan kembar siam. Bagaimana mereka melakukan aktivitas sehari-hari. Bagaimana mereka bersekolah dan berteman. Bagaimana mereka rutin memeriksakan diri ke dokter dan masih banyak lagi.


Kadang saya berpikir, seperti apa rasanya terlahir kembar siam? Atau memiliki saudara atau teman kembar siam? Apakah saya bisa bersikap biasa-biasa saja jika berhadapan langsung dengan kembar siam?


Pokoknya membaca novel One ini membuat kita semakin bersyukur dan menghargai orang-orang yang “berbeda” dengan kita. Mungkin bagi kita, hidup kita “biasa-biasa saja”, tetapi di luar sana, ternyata ada yang menginginkan kehidupan kita yang “biasa-biasa saja” itu. 


Untuk novel One, saya suka dengan sampulnya yang cantik dan puisinya yang apik. Hanya satu hal yang sedikit mengganjal bagi saya, judulnya terlalu sederhana dan mengambang. Mungkin lebih seru kalau judulnya agak menarik perhatian seperti novel-novel Young Adult kebanyakan. Tetapi, mungkin penulisnya memiliki pesan tersendiri dengan mengambil judul One. Yang jelas, novel ini sangat layak untuk dibaca dan dimiliki.


Giveaway


Penerbit Spring akan memberikan satu eksemplar novel One bagi peserta giveaway yang beruntung. Syaratnya mudah saja:


  1. Ikuti akun resmi Penerbit Spring; Twitter, Instagram, dan Facebook.
  2. Ikuti blog Perpustakaan Ratih Cahaya lewat GFC.
  3. Bagi info giveaway ini lewat media apa saja (boleh Twitter, Facebook, Tumblr, Email, atau bisik-bisik tetangga, hehehe).
  4. Jawab pertanyaan saya berikut data diri (nama, email, dan akun twitter [jika ada]) di kolom komentar; “Jika kamu terlahir sebagai kembar siam, apa yang akan kamu lakukan?
Giveaway ini berlangsung dari tanggal 19-21 April 2017. Cepat, ya?
Tenang saja, setelah di blog saya, kamu masih bisa mengikuti di dua blog lainnya. Yuk, ikutan!



Pemenang!

Sebelum memberi tahu nama pemenang, saya mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah berpartisipasi dalam giveaway kali ini. Mudah-mudahan yang belum menang, akan beruntung di kesempatan berikutnya. :)

Baiklah, saya langsung sebutkan saja nama pemenangnya di sini.

Selamat kepada Hanni Kartika @haniktsr berhak mendapatkan satu novel One dari Penerbit Spring. Silakan kirim data diri lengkap ke email cahayaratih@gmail.com

Untuk peserta yang lain jangan berkecil hati, doakan semoga saya sering-sering mengadakan giveaway, hehehe

Sekali lagi, terima kasih ya sudah ikutan :)